Primacom.com - 24/06/2022

 

 

 


Sumber Ilustrasi: Freepik.com

 

 

 

Laporan Cyber Risk Index (CRI) yang dirilis lembaga riset Ponemon Institute dan Trend Micro mengungkap bahwa 81% perusahaan di Indonesia rentan mengalami kebocoran data pelanggan. Menurut laporan yang dirilis pada 2021 tersebut, CRI di Indonesia ada pada level -0,12. Artinya, Indonesia masuk dalam kategori elevated risk.

 

Sebagai contoh, pada 2020 lalu, masyarakat dihebohkan dengan kasus dugaan kebocoran data oleh salah satu marketplace di Indonesia. Setahun kemudian, kekhawatiran publik kembali mencuat akibat kasus dugaan kebocoran data dari salah satu lembaga penyelenggara jaminan sosial. Jika tersebar, data diri pelanggan yang sifatnya sensitif, seperti nomor induk kependudukan, nomor telepon, alamat, dan sebagainya sangat berisiko disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Dilansir dari Bisnis Indonesia, kebocoran data perusahaan dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya oleh minimnya pemahaman karyawan internal mengenai kejahatan siber yang dapat menyerang privasi dan keamanan data. Selain itu, faktor lain seperti kurangnya pembaharuan prosedur perlindungan data dan nihilnya pemantauan sistem pengolahan data secara remote.

 

Bocornya data perusahaan bukan perkara sederhana. Ada beberapa kerugian yang timbul jika tidak mampu mengelola dan menjaga keamanan data dengan profesional. Apa saja kerugian yang diakibatkan?

 
1. Kehilangan kepercayaan

Bocornya data perusahaan mengakibatkan hilangnya kepercayaan publik. Selain itu, insiden ini membuat reputasi perusahaan menurun sehingga berimbas pada keputusan pelanggan untuk menggunakan produk atau layanan perusahaan.

 
2. Tuntutan hukum

Perusahaan yang abai menjamin keamanan data pelanggannya dapat dituntut secara hukum apabila pelanggan merasa dirugikan. Biaya yang dikeluarkan untuk membayar jasa konsultan ataupun mengganti kerugian juga tidak sedikit.

 
3. Celah bagi kompetitor

Data perusahaan yang bocor bisa menyebar ke pihak mana pun, termasuk kompetitor. Akibatnya, strategi, inovasi, hasil riset, ataupun data berharga lainnya dapat dimanfaatkan kompetitor untuk menyaingi perusahaan.

 

 

#SahabatPrimacom, ternyata dampak kebocoran data perusahaan tidak main-main, ya! Supaya tidak mengalami insiden kebocoran data, perusahaan memerlukan layanan penyimpanan dan pengelolaan data yang profesional dengan keamanan berstandar internasional, seperti Primacom Data Center. 

 

Primacom Data Center telah memperoleh sertifikasi PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard), ISO 27001 tentang Information Security Management, serta sejumlah sertifikasi lainnya yang menyangkut manajemen mutu layanan dan keselamatan kerja.

 

Selain itu, Primacom Data Center merupakan data center komersial pertama di Indonesia dengan akreditasi Rated-3 untuk Constructed Facilities and Design sesuai dengan standar ANSI/TIA-942-B:2017.

 

Sedang mencari data center yang terpercaya, terakreditasi, dan teruji kualitas layanannya? Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan penawaran menarik dari Primacom Data Center!