WFH (Work from Home) seolah telah menjadi "new normal" di masa pandemi seperti ini. Kebutuhan teknologi dan internet kini menjadi "must have" agar dapat bekerja dan beraktivitas secara normal. Kebutuhan aplikasi pertemuan online seperti video conference call turut meningkat tajam, salah satunya adalah penggunaan aplikasi Zoom.

 

 

Source: zoom.us

 

 

Beberapa waktu lalu, Zoom Video Communications Inc. diterpa isu keamanan. Berangkat dari hal tersebut, Zoom mengambil langkah preventif dengan mengakuisisi Keybase. Keybase adalah platform pengiriman pesan yang memungkinkan pengguna untuk bertukar data secara aman dengan enkripsi yang lebih kuat. Keybase sendiri telah membangun produk enkripsi end-to-end selama enam tahun.  

 

Perusahaan Keybase akan menjadi anak perusahaan Zoom, dengan kesepakatan tim Keybase akan pindah untuk bergabung dengan Zoom. Dalam blog Keybase, perusahaan menyatakan, "Awalnya, prioritas utama kami adalah membantu membuat Zoom lebih aman".

 

Akuisisi ini secara langsung mengindikasikan bahwa keamanan data menjadi hal yang sangat krusial bagi pengguna Zoom. Setiap data dalam meeting merupakan data yang berharga dan memiliki nilai confidentiality yang sangat perlu dijaga oleh perusahaan. Nah, berikut ini juga adalah tips tambahan bagi Partners untuk dapat lebih memastikan keamanan data pada saat melakukan pertemuan online melalui aplikasi Zoom menurut pakar keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya:

 

 

1. Gunakan aplikasi terbaru

Gunakan aplikasi Zoom versi terbaru untuk mendapat pembaruan fitur dan keamanan.

 
2. Jangan sembarangan membagikan tautan

Berikan ID dan kata sandi (password) meeting kepada orang-orang yang akan mengikuti pertemuan tersebut. Hindari membagikan tautan tersebut di platform publik, misal di media sosial. "Jika tautan jatuh ke tangan yang salah, tentu akan bermasalah," kata Alfons.

 
3. Aktifkan fitur ruang tunggu (waiting room)

Ketika administrator rapat / host mengaktifkan fitur "waiting room" , peserta yang dapat masuk dalam ruang meeting adalah peserta yang mendapatkan ijin dari administrator. Admin pun sebaiknya hanya mengizinkan orang-orang yang sudah terkonfirmasi untuk mengikuti rapat tersebut.

 

4. Aktifkan fitur "lock meeting"

Fitur ini digunakan untuk membatasi jumlah peserta yang akan ikut rapat. Setelah semua peserta hadir dan diaktifkan fitur "lock meeting" maka selanjutnya tidak ada lagi peserta yang dapat bergabung dalam rapat tersebut.

 

5. Jaga keamanan perangkat

Peserta rapat harus menjaga keamanan di perangkat mereka agar tidak ada data yang diretas dan dicuri.

 
6. Matikan fitur yang tidak diperlukan

Selama konferensi video matikan fitur-fitur yang tidak diperlukan, seperti membagikan layar atau screen sharing dan mikrofon, agar peserta lain dapat fokus mendengar penjelasan dari pembicara.

 

 

Itu dia update dan tips aman dari penggunaan aplikasi pertemuan online yang dapat menunjang produktivitas kerja Partners selama bekerja di rumah. Pastikan jaringan dan koneksi internet selalu prima!

 

 

 

Sumber:

Artikel ini telah tayang di okezone.com dengan judul "Akuisisi Keybase, Zoom Hadirkan Fitur Enkripsi End-to-end?"
https://techno.okezone.com/read/2020/05/08/207/2211003/akuisisi-keybase-zoom-hadirkan-fitur-enkripsi-end-to-end

Artikel ini telah tayang di tempo.co dengan judul "PSBB, Ini 6 Tips Aman Rapat Lewat Aplikasi Zoom "
https://tekno.tempo.co/read/1332445/psbb-ini-6-tips-aman-rapat-lewat-aplikasi zoom/full&view=ok

Artikel ini telah tayang di kontan.co dengan judul “Tingkatkan Keamanan, Zoom beli startup keamanan perpesanan Keybase”
https://internasional.kontan.co.id/news/zoom-beli-startup-keamanan-perpesanan-keybase