Setelah melaksanakan sholat Idul Fitri dan melakukan tradisi sungkeman, menyantap seporsi ketupat akan terasa sangat nikmat. Perpaduan antara ketupat dengan kuah opor ayam, gulai, rendang atau hidangan bersantan lainnya selalu menjadi menu yang dinanti-nantikan setiap Lebaran tiba.

 

Olahan beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perayaan Lebaran dari tahun ke tahun. Dilansir dari Kompas, ketupat bahkan sudah dikenal sejak zaman Sunan Kalijaga, tepatnya pada masa penyebaran Islam abad ke-15 sampai ke-16 masehi.

 

 


Sumber Ilustrasi: freepik.com

 

 

 

Menurut sejarawan Fadly Rahman, Sunan Kalijaga pada masa itu memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam filosofi ketupat yang sudah dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa saat itu. Dengan kata lain, ketupat sudah mengalami akulturasi antara kebudayaan lokal dengan nilai-nilai Islam yang berasal dari Timur Tengah.

 

Selain itu, dikutip dari Historia, H.J. de Graf dalam bukunya Malay Annal menyebut ketupat yang dibungkus anyaman daun kelapa dapat menyiratkan identitas budaya masyarakat pesisiran yang banyak ditumbuhi pohon kelapa.

 

Namun, tahukah #SahabatPrimacom? Di balik lezatnya ketupat, ada makna mendalam yang erat kaitannya dengan momentum Idul Fitri. Seperti apa? Coba simak penjelasan berikut!

 
1. Rumitnya kesalahan manusia

Anyaman ketupat yang rumit menyimbolkan rumitnya kesalahan manusia. Oleh karena itu, tidak heran apabila ketupat sering juga dimaknai sebagai “ngaku lepat” bagi masyarakat Jawa, yang secara harfiah berarti “mengakui kesalahan”.

 
2. Kesucian hati

Bahan baku pembuatan ketupat adalah beras. Dengan demikian, begitu ketupat dibelah, bagian dalamnya yang berwarna putih akan tampak dengan jelas. Warna putih pada bagian dalam ketupat melambangkan hati yang tulus dan suci saat menyambut hari kemenangan umat Islam.

 
3. Kesempurnaan

Pada dasarnya, bentuk ketupat menyerupai persegi empat, yang menyimbolkan empat kesempurnaan, yakni lebaran (pintu hati terbuka lebar untuk saling memaafkan), luberan (orang yang berlimpah rezeki bersedekah pada orang yang membutuhkan), leburan (melebur kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan), dan laburan (menyucikan hati layaknya bayi).

 
4. Saling Memaafkan

Ketupat umumnya disajikan dengan aneka hidangan bersantan. Maka, muncul istilah “kupa santen” yang sekaligus menjadi singkatan dari “kulo lepat, nyuwun ngapunten” alias “saya salah, mohon ampunnya”.

 

 

 

Wah, ternyata selain nikmat, ketupat juga kaya akan makna, ya! Untuk Lebaran kali ini, #SahabatPrimacom sudah menyiapkan ketupat di rumah?

 

Kiranya nikmatnya ketupat dapat mengobati rasa rindu #SahabatPrimacom karena tidak dapat berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman. Semua ini sebagai bentuk dukungan kita terhadap imbauan pemerintah agar tidak mudik demi menekan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia.

 

 

 

 

Selamat Idul Fitri 1442 Hijriah bagi #SahabatPrimacom yang merayakan.

Semoga di hari yang suci ini, kita semua selalu diliputi berkah dan kedamaian.

Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir batin.