Seiring dengan meningkatnya penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari, semakin banyak pula modus kejahatan yang mengintai para pengguna internet. Apalagi, saat ini transaksi keuangan seperti mobile banking dan e-wallet semakin mudah dilakukan hanya dengan memanfaatkan internet di perangkat ponsel masing-masing. Oleh karena itu, masyarakat harus ekstra hati-hati supaya tidak menjadi korban.

 

 


Sumber Ilustrasi: Freepik.com

 

 

 

Pada Mei lalu, seperti yang dirilis oleh Kompas, seorang nasabah melaporkan uang tabungannya sebesar ratusan juta rupiah raib begitu saja tanpa ia ketahui. Diduga, nasabah tersebut telah menjadi korban kejahatan skimming, alias pencurian data dengan teknik menyalin informasi yang tersimpan di strip magnetik kartu ATM korban secara ilegal.

 

Selain skimming, ada pula tindakan phishing, yakni upaya mengecoh pengguna internet untuk mengungkapkan informasi rahasia melalui link, email, atau saluran komunikasi digital lainnya yang menyerupai lembaga atau organisasi tertentu. Pengguna yang terkecoh akan dengan sukarela mengirimkan data-data personal, seperti user ID hingga password.

 

Oleh sebab itu, meningkatnya intensitas penggunaan internet juga perlu diiringi dengan literasi digital yang memadai. Salah satunya, dengan memahami kiat-kiat apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah #SahabatPrimacom menjadi korban kejahatan digital.  Merujuk pada Otoritas Jasa Keuangan, berikut adalah beberapa upaya yang dapat #SahabatPrimacom terapkan.

 
1. Rahasiakan Selalu

Jangan pernah sekali pun memberi tahu PIN, password, nomor CVV, kode OTP, ataupun informasi personal lainnya kepada siapa pun, khususnya kepada orang yang tidak dikenal ataupun yang mengaku-ngaku dari pihak bank.

 
2. Tutupi saat Menekan

Selalu waspada saat #SahabatPrimacom melakukan transaksi di ATM, mesin EDC, ataupun saat berbelanja di e-commerce. Pastikan selalu menutupi tombol-tombol yang ditekan ketika diminta memasukkan PIN atau password.

 
3. Jangan Klik

Apabila menerima pesan yang memuat link dari nomor yang tidak dikenal, abaikan saja atau segera blok nomor tersebut. Jangan pernah sekali pun mengeklik link tersebut karena berpotensi membawa malware atau berujung pada kejahatan phising. Segera konfirmasi ke pihak bank apabila menerima link yang mengatasnamakan pihak bank.

 
4. Segera Lapor

#SahabatPrimacom harus segera melapor ke pihak bank jika merasa tidak pernah melakukan transaksi tetapi menerima pemberitahuan terjadinya transaksi. Konsultasikan masalah tersebut dengan pihak bank dan segera lakukan pemblokiran.

 

 

 

Ingat, keamanan #SahabatPrimacom bergantung pada seberapa waspada #SahabatPrimacom melindungi data dan informasi pribadi supaya tidak menjadi korban kejahatan digital.