Perasaan tertekan, frustasi, hingga menjadi temperamental saat berada di lingkungan pekerjaan dapat mengindikasikan adanya masalah psikologis. Fenomena seperti ini umumnya dialami oleh karyawan, khususnya saat berkutat dengan pekerjaan kantor yang menumpuk dan seolah tak habis-habis.

 

Apalagi, sejak kebijakan WFH diberlakukan, konsentrasi sering kali terpecah untuk mengurusi pekerjaan rumah atau sekadar mendampingi anak belajar dari rumah. Apabila tidak dikelola dengan tepat, kejenuhan ini dapat bermuara pada suatu kondisi stres yang dikenal dengan istilah burnout.

 

Merujuk pada World Health Organization, burnout merupakan akibat dari stres kronis di tempat kerja yang tidak mampu dikelola dengan baik. Akibatnya, performa kerja seseorang dapat menurun dan hubungan sosialnya dengan pekerja lain dapat terganggu.

 

Walaupun tidak masuk dalam kategori penyakit medis, dampak burnout pada tubuh tidak boleh dianggap remeh. American Psychologist Association menyebut, burnout dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan gangguan tidur akibat kelelahan yang berlebihan secara fisik dan mental.

 

 

 


Dokumentasi Healthy Talk Zoom "Mental Sehat, Tubuh Kuat!"

 

 

 

Fenomena seputar burnout serta kaitannya pada kesehatan tubuh inilah yang menjadi salah satu fokus pembahasan Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ saat menjadi pembicara dalam Primacom Healthy Talk “Mental Sehat, Tubuh Kuat” pada Sabtu (24/4) lalu.

 

Psikiater yang lebih akrab disapa Dokter Nova ini menyampaikan ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan burnout, mulai dari faktor dalam hingga luar diri, seperti minimnya dukungan dari orang-orang sekitar, tekanan dari atasan, meningkatnya tanggung jawab, serta terbatasnya peluang karier untuk bertumbuh. Lebih lanjut, Dokter Nova menjelaskan bahwa kondisi burnout juga dapat terjadi karena ketidakseimbangan antara usaha yang dikeluarkan dengan imbalan yang diperoleh.

 

Workload tinggi, beban waktu tinggi, tanggung jawab tinggi, over time, dan berbagai macam gangguan yang kita hadapi, jadi effort aja nih yang lebih berat, tapi reward-nya jadi berkurang,” imbuhnya.

 

Dokter Nova lantas membagikan strategi wellness yang dapat Sahabat Primacom terapkan untuk mengantisipasi terjadinya burnout. Ada 5 aspek wellness yang dielaborasi lebih lanjut oleh Dokter Nova. Apa saja itu?

 
1. Fokus pada relationship

Nikmati waktu berkualitas bersama keluarga, teman, atau orang lain yang Sahabat Primacom anggap bermakna. Manfaatkan waktu untuk menjalin komunikasi, alih-alih sekadar bermain ponsel atau melakukan aktivitas sampingan lainnya.

 
2. Praktik spiritual

Lakukan praktik spiritualitas sesuai dengan ajaran agama yang Sahabat Primacom yakini. Sebagai contoh, Sahabat Primacom dapat melakukan sholat, iktikaf, membaca kitab suci di saat teduh, bermeditasi, dan sebagainya.

 
3. Sikap kerja

Gali makna yang lebih mendalam mengenai pekerjaan yang Sahabat Primacom lakukan. Dengan demikian, motivasi akan timbul. Sadari bahwa menghindari diri dari pekerjaan tidak akan membuat pekerjaan tersebut selesai. Hadapi dan selesaikan secara bertahap.

 
4. Self-care

Lakukan hobi dan hal-hal yang menyenangkan, seperti berolahraga, menonton film, bermain bersama keluarga, dan sebagainya. Namun, lakukan semuanya secara proporsional agar pekerjaan tidak terbengkalai.

 
5. Filosofi hidup

Wujudkan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Bertindaklah berdasarkan pandangan yang positif. Selain itu, Sahabat Primacom harus fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan, seperti beristirahat, mengonsumsi vitamin, berekreasi bersama keluarga, meminta bantuan psikolog, dan lain-lain daripada sekadar pasrah dengan hal-hal yang berada di luar kendali.

 

 

 


Dokumentasi Healthy Talk Zoom "Mental Sehat, Tubuh Kuat!"

 

 

Yang tidak kalah penting, Dokter Nova menekankan bahwa pengendalian terhadap diri sendiri harus dibiasakan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat perencanaan mengenai hal apa saja yang akan dilakukan dalam satu hari. Menurutnya, menjalankan hari tanpa perencanaan adalah tindakan yang sangat tidak disarankan.

 

“Kita tidak menghadapi hari esok dengan what will be, will be. Tapi kita buatlah agenda dan target. Pada saat malam, kita recheck lagi semuanya. Apabila ternyata tidak selesai semua, tidak masalah. Yang penting kita jadi lebih terukur,” imbuhnya

 

Untuk menyaksikan sorotan Primacom Healthy Talk bersama Dokter Nova, silakan simak video di bawah ini. Jangan lupa bagikan konten ini ke orang-orang terdekat supaya mereka juga mengetahui strategi yang tepat untuk mencegah burnout di lingkungan kerja. Salam sehat!