Apa Itu Disaster Recovery Center (DRC)? Pentingnya Akreditasi Rated-3!

Gambar hanya ilustrasi.

Disaster Recovery Center (DRC) merupakan fasilitas cadangan yang berfungsi memulihkan data dan sistem saat data center utama mengalami gangguan. Penggunaan DRC berbasis data center terakreditasi Rated-3 membantu perusahaan menjaga keberlangsungan bisnis serta meminimalkan risiko downtime.

Seberapa siap perusahaan jika sewaktu-waktu terjadi gangguan pada data center utama? Pertanyaan ini penting karena operasional bisnis saat ini semakin bergantung pada sistem dan data digital. 

Tanpa persiapan yang tepat, gangguan pada infrastruktur data center utama dapat berdampak langsung pada aktivitas bisnis. Karena itu, perusahaan membutuhkan strategi untuk memastikan sistem dan data tetap dapat dipulihkan ketika terjadi gangguan. 

Salah satu komponen penting dalam strategi tersebut adalah menggunakan layanan disaster recovery center (DRC). Apakah DRC sama seperti data center pada umumnya? Mengapa DRC sangat diperlukan bagi operasional bisnis? #SahabatPrimacom, yuk bahas selengkapnya dalam artikel ini! 

Apa Itu Disaster Recovery Center (DRC)?

Disaster recovery center atau DRC adalah fasilitas yang disiapkan untuk mendukung pemulihan sistem, aplikasi, dan data ketika infrastruktur data center utama mengalami gangguan atau tidak dapat digunakan.

DRC biasanya ditempatkan secara terpisah dari data center utama. Pemisahan lokasi ini penting untuk mengurangi risiko ketika terjadi gangguan yang berdampak pada suatu area, seperti bencana alam, kebakaran, gangguan kelistrikan, maupun insiden lain yang dapat memengaruhi operasional data center.

Dalam penerapannya, DRC dapat digunakan sebagai bagian dari strategi disaster recovery dan business continuity. Data dan sistem yang telah direplikasi atau dicadangkan ke lingkungan DRC dapat dipulihkan sesuai dengan skenario dan kebutuhan perusahaan.

Baca Juga: Mengenal 4 Komponen Penting Data Center Rated-3!

Mengapa Perusahaan Membutuhkan DRC?

Ketergantungan bisnis terhadap sistem digital membuat ketersediaan infrastruktur IT semakin penting. Gangguan pada sistem dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap aktivitas perusahaan, mulai dari hambatan dalam komunikasi karyawan, terhentinya akses ke aplikasi bisnis, terkendalanya proses transaksi, hingga terganggunya layanan yang diterima pelanggan.

DRC membantu perusahaan mempersiapkan skenario ketika terjadi gangguan pada infrastruktur data center utama. Dengan adanya fasilitas pemulihan yang telah dipersiapkan, perusahaan memiliki alternatif untuk mengembalikan sistem dan data tanpa harus sepenuhnya bergantung pada data center utama yang sedang mengalami gangguan secara mendadak.

DRC juga dapat menjadi bagian dari strategi backup. Data penting perusahaan dapat memiliki salinan di lokasi yang berbeda sehingga risiko kehilangan data akibat gangguan pada satu lokasi dapat diminimalkan. Namun, keberadaan DRC saja belum cukup. Kualitas dan kesiapan fasilitas tempat DRC beroperasi juga perlu diperhatikan.

Apa Itu Data Center Rated-3?

Salah satu hal yang dapat dipertimbangkan ketika memilih fasilitas untuk kebutuhan DRC adalah standar akreditasi data center yang digunakan. Data center yang terakreditasi Rated-3 dalam standar ANSI/TIA-942 dapat menjadi salah satu pertimbangan ideal. 

Secara umum, fasilitas data center dengan desain Rated-3 dirancang dengan tingkat redundansi dan kemampuan pemeliharaan yang lebih tinggi dibandingkan fasilitas dengan tingkat akreditasi yang lebih rendah.

Salah satu karakteristik penting Rated-3 adalah konsep concurrently maintainable. Artinya, komponen atau jalur infrastruktur tertentu dapat menjalani pemeliharaan tanpa harus menghentikan operasional sistem secara keseluruhan. Dalam konteks DRC, karakteristik tersebut menjadi relevan karena fasilitas pemulihan perlu tetap tersedia dan siap digunakan ketika perusahaan membutuhkannya.

Baca Juga: Data Center dan Disaster Recovery Center, Apa Bedanya?

Mengapa Rated-3 Penting untuk DRC?

Pemilihan DRC tidak cukup hanya berdasarkan lokasi atau kapasitas ruang. Perusahaan perlu memastikan bahwa fasilitas tersebut memiliki infrastruktur yang mendukung kebutuhan availability dan reliability.

Data center Rated-3 dapat menjadi salah satu indikator yang membantu perusahaan mengevaluasi kesiapan fasilitas data center. Infrastruktur seperti sistem kelistrikan, pendinginan, konektivitas, dan berbagai komponen pendukung dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan redundansi serta pemeliharaan tanpa mengganggu operasional.

Bagi perusahaan yang membutuhkan DRC untuk sistem dan data kritis, hal ini dapat memberikan lapisan kesiapan tambahan dalam menghadapi potensi gangguan. Selain itu, fasilitas dengan standar yang jelas dapat membantu perusahaan melakukan proses evaluasi vendor dengan parameter yang lebih terukur. 

Memilih DRC untuk Mendukung Business Continuity

Dalam memilih DRC, perusahaan dapat mempertimbangkan beberapa aspek penting, seperti lokasi, tingkat redundansi, keamanan, konektivitas, kapasitas infrastruktur, sistem kelistrikan dan pendinginan, monitoring, serta kemampuan penyedia dalam mendukung proses disaster recovery.

Standar fasilitas juga menjadi salah satu pertimbangan. Data center dengan Rated-3 dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang membutuhkan lingkungan dengan desain dan infrastruktur yang mendukung kebutuhan availability serta maintenance.

Baca Juga: Seperti Apa Data Center yang Ideal? Simak 4 Tips Berikut!

Primacom Data Center Rated-3 untuk Kebutuhan Disaster Recovery

Untuk mendukung kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur data yang aman dan andal, Primacom Data Center dapat menjadi salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan. 

Primacom Data Center telah terakreditasi ANSI/TIA-942 Rated-3 for Design & Constructed Facilities. Dengan demikian, Primacom Data Center dapat dimanfaatkan sebagai data center utama maupun disaster recovery center. 

Didukung oleh infrastruktur data center serta tenaga profesional yang memiliki sertifikasi di bidang data center, Primacom Data Center membantu perusahaan mempersiapkan lingkungan data center yang dapat mendukung kebutuhan availability dan business continuity. 

Kesiapan infrastruktur ini turut berperan dalam meminimalkan risiko downtime, sehingga perusahaan dapat menjaga keberlangsungan layanan dan memenuhi target Service Level Agreement (SLA) yang telah ditetapkan.

Kebutuhan setiap perusahaan tentu berbeda. Karena itu, pemilihan solusi DRC perlu disesuaikan dengan karakteristik sistem, tingkat sensitivitas data yang dikelola, kebutuhan pemulihan, serta skenario risiko yang dihadapi.

#SahabatPrimacom, sudahkah perusahaan Anda memiliki strategi disaster recovery center yang sesuai dengan kebutuhan bisnis? Konsultasikan kebutuhan data center dan DRC bersama Primacom untuk menemukan solusi yang tepat.

Hubungi tim Primacom di sini atau email ke marketing@primacom.co.id untuk konsultasi lebih lanjut! 

Similar Posts