Bingung Memilih Layanan Pusat Data? Perhatikan Dulu 6 Tips Ini!

Ketika memiliki wewenang untuk memilih pusat data yang tepat untuk perusahaan, tentunya hal itu bukanlah tanggung jawab yang ringan. Mengingat pemilihan sebuah pusat data akan berdampak besar dalam pengelolaan data perusahaan. Salah memilih spesifikasi yang tepat, bisa saja merugikan perusahaan hingga beberapa waktu yang akan datang.

#SahabatPrimacom, berikut telah kami rangkum 8 hal yang perlu diperhatikan dalam memilih layanan data center yang tepat. Setidaknya, dengan mempertimbangkan berbagai hal ini, dapat membantu Anda dalam mempertimbangkan pusat data yang tepat untuk kebutuhan jangka panjang perusahaan.

Pada 2023, Perkiraan Kapasitas Pusat Data Indonesia Meningkat

Sebagaimana dikutip dari Katadata, pada 2021 Forbes memperkirakan setidaknya pada tahun 2023 ini kapasitas total pusat data akan berada pada angka 204 Megawatt. Seperti bisa dilihat pada grafik, kapasitas tersebut didukung oleh perusahaan gabungan Indonesia dan Singapura, yaitu Triputra-STT-Temasek, lalu perusahaan dari Jepang, NTT dan perusahaan Indonesia yaitu PT DCI.

Sementara pada April lalu dikutip dari kompas.id , Ketua Umum Asosiasi Data Center Indonesia (IDPRO) Hendra Suryakusuma, menyampaikan bahwa sebenarnya pada Desember 2022 lalu, kapasitas fasilitas pusat data di Indonesia telah mencapai 200 Megawatt. Kapasitas ini diperkirakan akan bertambah hingga 300 Megawatt pada 2023.

”Beberapa anggota asosiasi telah menyatakan siap membangun fasilitas baru pusat data yang kami perkirakan kapasitasnya naik hingga menjadi 300 MW,” terangnya.

Dengan bertambahnya kapasitas tersebut, tentu jumlah pusat data yang dibangun juga akan meningkat. Diantara mereka tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sehingga, ada baiknya bagi #SahabatPrimacom untuk mulai memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan untuk saat ini hingga masa yang akan datang dengan memperhatikan 6 tips berikut.

Baca Juga: Berbagai Sertifikat ISO untuk Data Center

1.   Lokasi Jauh dari Resiko Bencana Alam

Hal pertama yang paling mudah untuk dilakukan tentu memastikan bahwa lokasi pusat data tersebut jauh dari resiko bencana alam, terutama banjir dan gempa bumi. Terutama di Indonesia yang curah hujan per tahunnya rata-rata mencapai  2.989 milimeter (mm) per tahunnya serta letak geografisnya yang diapit oleh 3 lempeng tektonik.

Data dari Kementerian ESDM saja, setidaknya pada tahun 2022 lalu terdapat 217 kali gempa bumi tektonik dengan skala diatas 5 SR (Skala Richter). Dari jumlah itu terdapat 26 kali gempa merusak, dengan Gempa Cianjur yang menimbulkan dampak kerusakan terbesar.

2.   Sistem dan SDM yang Tersertifikasi Standar Internasional

Berikutnya tentu standar sertifikasi internasional dari infrastruktur itu sendiri. Pilih layanan yang menjamin keamanan data pelanggan. Salah satu Sertifikasi yang menandakan tingkat keamanan pusat data adalah sertifikasi ISO 27001 tentang Manajemen Keamanan Informasi.

Selain itu pastikan juga bahwa infrastruktur tersebut dikelola oleh SDM yang memiliki sertifikasi pengelolaan data center yang diakui internasional, seperti sertifikasi CDCP, CDCS, dan CDFOM.

3.   Memiliki Cadangan Daya dengan Jalur Terpisah

Ketiga, pastikan bahwa infrastruktur tersebut memiliki fasilitas cadangan daya yang dapat diandalkan ketika terjadi gangguan kelistrikan. Cadangan daya ini bisa berupa perangkat UPS ataupun genset yang dirancang untuk memiliki jalur terpisah.

Sehingga, apabila terjadi gangguan pada satu sistem, sistem lainnya dapat melakukan backup. Dengan memastikan adanya hal ini, ketika suatu saat terjadi gangguan, downtime yang ada tidak akan terlalu lama.

4.   Memiliki Infrastruktur Pendukung yang Responsif

Keberadaan infrastruktur pendukung yang responsif seperti perangkat jaringan, pendinginan, keamanan dan fire suppression tentunya juga penting ketika mempertimbangkan sebuah layanan yang tepat. Contohnya saja perangkat jaringan yang cepat dan bisa diandalkan, tentu bisa menjadi sebuah penentu ketika memilih layanan pusat data.

Sementara perangkat cooling beserta dengan desain airflow, pengaturan rak dan pembuangan udara, berikutnya menjadi hal yang perlu diperhatikan, lantaran hal ini dapat  berpengaruh pada performa pusat data.

Perangkat keamanan seperti kamera pengawas, akses keluar masuk dengan kartu ataupun biometrik juga penting. Terakhir, keberadaan perangkat pendeteksi dan penanganan kebakaran dengan spesifikasi khusus untuk berbagai perangkat elektronik.

5.   Ketersediaan dan Skalabilitas Pusat Data untuk Pertumbuhan Bisnis

Semua bisnis tentunya ingin untuk terus berkembang dan berekspansi. Maka dari itu, ketika memilih sebuah layanan tentunya perlu mempertimbangkan aspek ketersediaan serta skalabilitasnya pada masa yang akan datang.

Untuk itu, perlu dilakukan riset tersendiri agar nantinya tidak perlu melakukan migrasi data ke data center lain. Yang tentunya, akan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit di masa depan.

6.   Biaya dan Model Layanan

Terakhir, pertimbangkan berbagai biaya yang diperlukan ketika memakai layanan pusat data. Secara umum, biasanya penyedia layanan akan menawarkan model berbasis subscribe atau berlangganan, namun tidak sedikit pula yang memakai model pay as you go, yaitu sesuai dengan kapasitas data yang digunakan.

Baca Juga: Seberapa Penting Akreditasi Data Center

Primacom Data Center, Pusat Data Komersial Pertama dengan Akreditasi ANSI/TIA-942 Rated-3.

Merekomendasikan hingga memilih sebuah layanan pusat data untuk perusahaan memang bukan perkara yang mudah. Diperlukan pertimbangan yang matang serta waktu dan proses yang panjang untuk melakukannya. Harapannya, tulisan ini dapat membantu para pengambil keputusan untuk mempertimbangkan mana layanan yang tepat untuk perusahaan.

Primacom Data Center, merupakan First Commercial Data Center dengan akreditasi ANSI/TIA-942 rated-3 yang terletak di kawasan Alam Sutera, Tangerang yang jauh dari ancaman banjir maupun gempa bumi.

Selain itu, Pusat data ini telah memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti ISO 27001 tentang keamanan data, lalu Sertifikasi PCI DSS, tentang keamanan transaksi kartu pembayaran, serta berbagai sertifikasi lainnya.

Pusat data ini juga dikelola oleh engineer profesional yang telah tersertifikasi. Yaitu sertifikat Certified Data Center Professional (CDCP), Certified Data Center Specialist (CDCS), dan Certified Data Center Facilities Operations Manager (CDCFOM).

Bila #sahabatprimacom membutuhkan info lebih lanjut, segera hubungi tim kami atau kunjungi tur data center kami pada video ini!

Similar Posts