Sejumlah penelitian telah menunjukkan manfaat self-affirmation bagi kesehatan fisik dan mental. Beberapa di antaranya, yakni membuat pikiran lebih rileks saat berhadapan dengan situasi menantang, meningkatkan rasa percaya diri saat menerima informasi yang tidak menyenangkan, serta dapat membantu mengurangi stres pada tubuh.

 

[Baca juga Menyingkap Manfaat Self-Affirmation bagi Tubuh]

 

Walaupun manfaatnya mengesankan, cara merumuskan self-affirmation belum banyak diketahui masyarakat. Bagaimana menciptakan self-affirmation yang lebih bermakna? Apa saja yang harus diperhatikan agar self-affirmation menjadi lebih efektif?

 

 

 

 

 

 

Belajar dari Norman Cousins

Dalam buku Primary Greatness, Stephen R. Covey, sang penulis sekaligus pebisnis sukses asal Amerika Serikat, mengangkat kisah nyata Norman Cousins yang didiagnosis menderita penyakit jaringan ikat. Bahkan, dokter yang menangani Cousins mengatakan peluang sembuhnya hanya satu banding lima ratus.

 

Awalnya, Cousins hanya menggantungkan seluruh hidupnya pada tindakan medis dan obat-obat dari dokter. Akan tetapi, kekuatan terdalam hatinya menolak diam. Ia membatin terus-menerus, “Saya sangat yakin, apabila saya ingin menjadi satu dari lima ratus yang sembuh itu, saya harus melakukan sesuatu daripada hanya sekadar menjadi pengamat pasif.”

 

Ia bersikukuh bahwa energi positif, seperti kasih, iman, pengharapan, tawa, percaya diri, dan kerelaan, juga memiliki efek positif seperti sebuah terapi. Dengan tetap berada dalam pengawasan medis, Cousins memilih memperbanyak aktivitas menyenangkan, menonton seri film favoritnya, dan menikmati program komedi di TV. Semenjak itu, ia merasakan tidurnya lebih nyenyak dan berkualitas. Ia yakin pikiran adalah apoteker hebat yang dapat membantunya sembuh dari penyakit. Waktu demi waktu terlampaui, stamina Cousins semakin jauh membaik.

 

 

5 Elemen Penting

Pengalaman Cousins menunjukkan, apabila seseorang memiliki semangat dan pengharapan yang positif, tubuhnya seakan-akan merilis kekuatan tersendiri yang melampaui apa yang kita duga. Supaya dapat bekerja secara efektif sebagaimana yang dialami Cousins, afirmasi seyogianya mengandung 5 hal ini.

 
Personal

Pastikan #SahabatPrimacom selalu menggunakan kata ganti orang pertama, seperti “saya”, “aku”, “I”, dan sebagainya.  Tujuannya agar setiap kata demi kata lebih mengena dan terasa dekat.

 
Positive

Afirmasi seharusnya berisi peneguhan yang positif dan memperkuat suatu kebaikan bagi #SahabatPrimacom. Sebagaimana halnya Cousins, di saat sudah divonis demikian pun ia tidak diam pada keterpurukan.

 
Present Tense

Usahakan agar kalimat yang #SahabatPrimacom ucapkan adalah sesuatu yang sedang dilakukan atau berpotensi besar akan dilakukan. Selain menyebutkan berulang-ulang, cobalah mengupayakan apa yang #SahabatPrimacom ucapkan, persis seperti yang dilakukan Cousins.

 
Visual

Kalimat yang #SahabatPrimacom ucapkan harus dapat dibayangkan dan terasa nyata dalam pikiran. Tanamkan citra yang positif ke dalam benak #SahabatPrimacom. Jangan lupa, pastikan tubuh senantiasa dalam keadaan rileks, ya!

 
Emotional

Self-affirmation yang efektif harus mengandung unsur emosional dari lubuk hati terdalam. Jadikan setiap kalimat bagian dari diri #SahabatPrimacom.

 

Stephen R. Covey lantas memberikan contoh sebagai berikut.

 

“Pasti rasanya bakal menenangkan sekali (emotional) apabila aku (personal) mampu menanggapi (present tense) perasaan letih, tertekan, kecewa (visual) dengan pengendalian diri, kebijaksanaan, kesabaran, dan kasih sayang (positive).”

 

 

 

 

Itu dia elemen-elemen penting untuk mewujudkan self-affirmation yang efektif. Coba lakukan dan rasakan sendiri manfaatnya. Ingat lho, efeknya tidak instan. Butuh konsistensi agar #SahabatPrimacom dapat merasakan dampaknya bagi tubuh.

 

Bertepatan dengan itu, pada bulan ini Primacom ingin mengajak #SahabatPrimacom sekalian agar berani menyuarakan afirmasi positif kepada diri sendiri dan orang-orang terkasih melalui campaign “Speak-Up Your #SelfAffirmation”. Aktivitas ini dilakukan melalui media sosial dan bertujuan agar kita dapat terus optimistis serta saling bahu-membahu ketika berhadapan dengan tantangan dalam hidup.

 

Selamat mencoba!